Bantuan Sumur Bor ESDM 2019 di Westkust Kepahiang Tak Bermanfaat
Kepahiang, Wartaprima.com - Proyek dari Kementerian ESDM berupa Bantuan Sarana Dan Prasarana Air Bersih ( Sumur Bor Dalam ) diresmikan di tahun 2019 kini jadi sorotan dari berbagai pihak terutama bagi masyarakat desa sendiri. Bagaimana tidak proyek tersebut dinilai gagal dalam fungsi nya yang masayarakat sendiri tidak dapat merasakan hasil nya dikarenakan sumur bor tersebut dari awal peresmian sampai saat ini sama sekali tidak berfungsi. Jum'at (09/01/2026 )
"Awalnya saja berfungsi, namun sudah berapa tahun tidak ada fungsi sama sekali," tutur salah satu warga.
Proyek yang merupakan bantuan dari Kementerian ESDM pada tahun 2019, yang disalurkan ke 4 provinsi, sementara untuk provinsi Bengkulu sendiri mendapatkan 5 unit sumur bor yang kemudian salurkan 3 unit di Kab. Bengkulu Tengah, 1 unit di kab. Muko-Muko, 1 unit Kab. Kaur, dan 1 unit di Kab. Kepahiang dengan kategori Kelima unit sumur bor ini melayani kebutuhan air bersih bagi 7.195 jiwa warga.
Dari hasil penelusuran sebelumnya Kementerian ESDM pada tahun 2019, menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 375 milyar yang dipergunakan untuk proyek Bantuan Sarana Dan Prasarana Air Bersih berupa sumur bor, dengan target jumlah sumur bor yang direncanakan untuk dibangun adalah 750 unit. artinya dengan membagi total anggaran dengan jumlah unit target, didapatkan nilai rata-rata per unit: yaitu Rp. 500 juta ( estimasi nilai harga ).
Namun sangat disayangkan jika membandingkan dengan nilai anggaran, salah satu sumur bor proyek Kementerian ESDM yang ada di kabupaten kepahiang tersebut dinilai tidak bermanfaat dengan fakta sudah lama tidak berfungsi sebagaimana tujuan melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
( Jonata )
