Satgas Pangan Polres Kepahiang Pantau Harga Beras di Pasar Tradisional, Harga Masih Stabil
Kepahiang, Wartaprima.com – Suasana Pasar Tradisional Kepahiang tampak berbeda pada Senin (12/1/2026) pagi. Di tengah aktivitas jual beli, personel Satgas Pangan Polres Kepahiang turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan ketersediaan beras.
Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Tipidter Satreskrim Polres Kepahiang, IPDA Harianto, SH, dengan melakukan pengecekan kesesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium, medium, serta beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di sejumlah kios pedagang.
Pemantauan ini merupakan langkah preventif Polres Kepahiang dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan ketersediaan pangan, khususnya di awal tahun 2026.
Berdasarkan hasil pengecekan, harga beras di tingkat pengecer di Kabupaten Kepahiang masih tergolong stabil dan belum ditemukan adanya gejolak kenaikan harga yang signifikan. Untuk beras premium dan beras kemasan, harga dan stok masih mengikuti ketentuan HET yang berlaku.
Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang menjual beras sedikit di atas HET. Selisih harga tersebut tidak lebih dari 5 persen, yang dipengaruhi oleh faktor stok lama serta biaya transportasi dari daerah sentra produksi seperti Jawa dan Sumatera.
“Memang ada yang masih menjual di atas HET, tetapi selisihnya tidak besar. Kami sudah memberikan imbauan agar pedagang tetap mengikuti ketentuan pemerintah,” ujar IPDA Harianto.
Selain memantau harga, Satgas Pangan Polres Kepahiang juga mengimbau para pedagang agar segera melapor apabila menemukan distributor yang menjual beras di atas ketentuan.
“Kami akan terus mengawal kebijakan pangan pemerintah. Tujuan kami memastikan pasokan tetap aman dan masyarakat mendapatkan harga yang wajar,” tegasnya.
IPDA Harianto menambahkan, pengendalian harga pangan membutuhkan sinergi antara Polri dan instansi terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas KUKM dan Perindag, agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan optimal.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka menilai pemantauan ini bukan sekadar pengecekan harga, tetapi juga bentuk pendampingan dan perhatian aparat kepolisian terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. (Jonata)
