Reses Dewan Kota, Heri Ifzan Sebut Keluhan Masyarakat Masih Terkait Persoalan Klasik
Wartaprima.com - Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Heri Ifzan menyebut bahwa keluhan masyarakat di setiap kali reses dilakukan sudah menjadi persoalan yang klasik.
Hal itu diungkapkan Heri usai mengadakan reses di Kantor Camat Gading Cempaka, pada hari Rabu sore (25/4/18).
Keluhan masyarakat yang dianggap Heri sudah menjadi persoalan klasik tersebut ada tiga, yang paling terbesar soal kesehatan, lalu persoalan sosial serta persoalan infrastruktur. Sebagai anggota DPRD sudah sepatutnya untuk menjemput aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan.
“Hal-hal yang disampaikan saat reses ini, sebetulnya sudah menjadi persoalan yang klasik, itu kan ada tiga persoalan yang selalu setiap reses itu selalu hadir, pertama yang paling terbesar itu soal kesehatan, terus persoalan sosial dan persoalan infrastruktur. Nah infrastruktur ini tentu banyak hal yang harus kita sampaikan ke Pemerintah Daerah (Pemda), sudah selalu kita sampaikan ke Pemerintah Daerah terkait infrastruktur itu, mana yang urgent wajib harus didahulukan”, ucap Heri kepada pewartapotretrafflesia.com.
Saat reses pada sesi tanya jawab, Cici (39) salah seorang warga RT 2 Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Gading Cempaka mengeluhkan soal siring di dekat tempat tinggalnya seringkali meluap hingga menggenangi rumahnya.
“Saya tinggal di RT 2 Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Gading Cempaka, tempat tinggal saya itu berada di dekat aliran siring pak, jadi kalau hujan sekitar 2 jam saja kami sudah takut-takut akan banjir, dalam satu minggu terakhir kami sudah dua kali kebanjiran, jadi tolong pak aliran siringnya diperbaiki dan diperbesar”, kata Cici menyuarakan keluhannya kepada anggota DPRD yang sedang melaksanakan reses.
Menyangkut aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut, Heri beserta timnya akan membawanya ke dalam rapat di tingkat komisi, serta akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait seperti Dinas Pengerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu, untuk dibidang sosial akan memanggil Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Bengkulu, soal agama dan sejenisnya akan dipanggil Dinas yang berkaitan dengan Moral dan Keagamaan serta untuk masalah kesehatan yang memang harus ada dan terealisasikan akan dipanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu.
“Kalau untuk Dapil 1 Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati ini untuk persentase perealisasian aspirasi masyarakat saya kira sudah sampai 60%, walaupun kita tidak menutup mata bahwa ada bagian-bagian tertentu yang memang belum tersentuh, kadang sudah tersentuh tapi sudah terlalu lama, nah ini tentu akan dilakukan perbaikan-perbaikan kembali”, tambahnya.
Untuk daerah yang belum tersentuh perbaikan dan pembangunan, Heri mengatakan akan didahulukan di APBDP tahun 2018 ini, kalau jumlahnya tidak terlalu besar tentu untuk pembangunan dan perbaikan daerahbyang belum tersentuh tersebut akan diselipkan di dalam APBDP tersebut. Selain itu, Heri juga mengatakan setelah dimasukkannya anggaran tersebut di dalam APBDP, pihaknya akan segera pemanggil Dinas PUPR serta dinas lainnya yang terkait untuk segera melakukan pembangunan dengan catatan dahulukan yang lebih urgent. (Adv/Cullen)
