350 Hektare Kebun Kopi Kepahiang Diremajakan, Petani Bakal Terima Bibit Robusta Klon Unggul Gratis
Wartaprima.com – Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Pertanian terus mematangkan program peremajaan tanaman kopi guna meningkatkan produktivitas komoditas unggulan daerah. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 350 hektare lahan perkebunan kopi di seluruh kecamatan akan menerima bantuan bibit kopi Robusta klon unggul secara gratis melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian RI.
Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap verifikasi data calon penerima. Dinas Pertanian Kepahiang melakukan validasi terhadap usulan yang diajukan kelompok tani untuk memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran.
Pejabat Pengelola Teknis sekaligus Pjs Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang mengatakan, seluruh calon penerima harus terdaftar dan tervalidasi dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), serta memiliki lahan yang benar-benar siap ditanami.
"Saat ini kami sudah memasuki tahap verifikasi seluruh data penerima yang diusulkan kelompok tani. Kami harus memastikan seluruh calon penerima valid, tervalidasi di SIMLUHTAN, dan lahannya benar-benar siap agar bantuan ini tepat sasaran serta tidak mubazir," ujarnya, Senin (6/7).
Dalam program ini, Kementerian Pertanian bertindak sebagai penyedia anggaran melalui program peremajaan dan pengembangan perkebunan kopi nasional. Sementara itu, Dinas Pertanian Kepahiang bertanggung jawab melakukan verifikasi lahan, pemetaan distribusi bantuan di setiap kecamatan, hingga pendampingan teknis kepada petani.
Penyaluran bibit dijadwalkan berlangsung sekitar November 2026, menyesuaikan datangnya musim hujan agar tingkat keberhasilan tumbuh tanaman lebih optimal.
Bibit yang disalurkan merupakan bibit kopi Robusta hasil stek akar atau perbanyakan vegetatif. Metode ini dipilih karena menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya, pertumbuhan lebih seragam, serta mampu berbuah lebih cepat dibandingkan bibit dari biji.
"Kami memilih bibit stek akar untuk varietas Robusta unggul nasional karena memiliki keunggulan masa berbuah yang lebih cepat. Diperkirakan dalam waktu dua hingga tiga tahun setelah tanam, petani sudah bisa menikmati hasil panennya. Penyaluran juga kami jadwalkan sekitar November agar bertepatan dengan musim hujan sehingga bibit dapat tumbuh maksimal," tambahnya.
Program peremajaan seluas 350 hektare ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan kopi rakyat, memperkuat perekonomian petani, sekaligus mempertahankan posisi Kabupaten Kepahiang sebagai salah satu sentra penghasil kopi Robusta unggulan di Indonesia. Komoditas kopi sendiri selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepahiang. (JN)
