Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Gelar Pembinaan Kerohanian bagi Warga Binaan Bersama Jamaah Masjid Taqwa

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menggelar kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu dan dipandu langsung oleh ustadz dari Jamaah Masjid Taqwa Kota Bengkulu, Rabu (12/3).

Pembinaan kerohanian ini menjadi salah satu program rutin yang diselenggarakan Rutan Bengkulu sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan para WBP. Dalam kegiatan ini, warga binaan mendapatkan tausiyah keagamaan serta kajian Al-Qur’an yang bertujuan untuk membentuk karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa program pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian warga binaan agar lebih religius dan memiliki akhlak yang lebih baik. “Kami berupaya untuk memberikan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan kepada warga binaan agar mereka dapat lebih memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, ustadz Dani dari Jamaah Masjid Taqwa Kota Bengkulu menyampaikan tausiyah dengan tema pentingnya taubat dan memperbaiki diri. Ia mengajak para WBP untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan masa pembinaan di rutan sebagai momentum untuk introspeksi diri khususnya dalam bulan ramadan.

“Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Allah Maha Pengampun, dan pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang benar. Mari kita manfaatkan momentum puasa ramadan ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar ustadz Dani dalam tausiyahnya.

Selain mendengarkan ceramah, warga binaan juga diajak untuk mengikuti kajian Al-Qur’an. Dalam sesi ini, mereka belajar tentang makna ayat-ayat suci Al-Qur’an serta tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Para WBP tampak antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan kepada ustadz terkait materi yang disampaikan.