Skip to main content
x
rutan

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu mengikuti rapat virtual Persiapan Penyusunan Standar Barang dan Standar Kebutuhan  (SBSK) Barang Milik Negara (BMN) yang digelar oleh Biro BMN Sekeretariat Jenderal Kemenkumham RI

BENGKULU - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu mengikuti rapat virtual Persiapan Penyusunan Standar Barang dan Standar Kebutuhan  (SBSK) Barang Milik Negara (BMN) yang digelar oleh Biro BMN Sekeretariat Jenderal Kemenkumham RI pada selasa (13/2). Rapat tersebut diinisiasi sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen aset di jajaran Kemenkumham RI.

Karutan Bengkulu, Farizal Antony, melalui Kasubsi Pengelolaan, Hengki Alowan menjelaskan pelaksanaan rapat tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman khususnya kepada Pengelola BMN di masing-masing satker dalam menyusun standar yang akan menjadi pedoman dalam pengelolaan barang dan kebutuhan BMN.

"Penyusunan standar barang dan kebutuhan BMN menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan pengelolaan aset yang dimiliki Rutan Bengkulu. Dengan memiliki standar yang jelas dan terstruktur, diharapkan pengelolaan barang dan kebutuhan BMN akan menjadi lebih teratur dan efisien," tegas Hengki.

Dalam rapat tersebut, berbagai topik dibahas secara mendalam. Mulai dari proses pengadaan barang, penilaian kebutuhan, pengelolaan inventaris, hingga pemeliharaan barang BMN. Setiap pegawai memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya masing-masing, sehingga diskusi yang terjadi menjadi sangat konstruktif.

Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai teknologi informasi yang dapat digunakan untuk mempermudah monitoring dan pengelolaan aset. Adopsi teknologi informasi diharapkan dapat membantu Rutan Bengkulu dalam melakukan inventarisasi secara lebih efisien serta mempercepat proses pelaporan terkait barang dan kebutuhan BMN.

Kehadiran pegawai Rutan Bengkulu dalam rapat virtual ini mencerminkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan aset di lembaga tersebut. Mereka menyadari pentingnya memiliki standar yang jelas dan terukur dalam pengelolaan barang dan kebutuhan BMN guna mendukung terciptanya tata kelola yang baik.

Setelah berlangsungnya rapat virtual ini, langkah selanjutnya adalah menyusun dokumen standar barang dan kebutuhan BMN berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan. Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama bagi pegawai Rutan Bengkulu dalam mengelola barang dan kebutuhan BMN di masa mendatang.

"Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan aset negara, Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan asetnya. Partisipasi aktif pegawai dalam rapat virtual ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen tersebut, serta menunjukkan semangat untuk terus berinovasi demi kemajuan Rutan Bengkulu ke depannya," pungkas Hengki.